Rabu, 14 November 2012

Badai Matahari 2012


Badai matahari Maret 2012



















Badai Matahari yang terpantau Senin (23/1/2012) pukul 10.50 WIB berhasil diantisipasi sehingga tidak menimbulkan dampak negatif. Bagi Indonesia, fenomena alam ini tidak memberi pengaruh berarti. Badai Matahari ini diperkirakan akan mencapai ekstrem pada tahun 2013.
Hal ini dikemukakan Deputi Bidang Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, Rabu (25/1/2012), di Jakarta.
Badai Matahari yang ditandai munculnya flare ini masuk skala menengah tinggi (M8-9), dengan indikator pancaran sinar-X yang mencapai 10 - 5 hingga 10 – 4 watt per meter persegi. Badai Matahari disebut mencapai skala sangat kuat (ekstrem) bila berskala 10 – 4 hingga 10 – 3 watt per m2.
Serbuan partikel proton ke Bumi diantisipasi dengan mengalihkan jalur penerbangan jarak jauh dari Amerika Serikat ke Asia dan sebaliknya yang melintasi kutub Utara.
Paparan partikel proton ini tidak berdampak bagi Bumi karena ada lapisan magnetosfer yang menahan partikel tersebut. Radiasi dari badai Matahari juga akan diserap lapisan ozon.
Badai Matahari antara lain pernah menimbulkan dampak pada tahun 1989 dan tahun 2000 bagi sistem kelistrikan di negara- negara di lintang tinggi dan dekat kutub, antara lain Kanada.
Pantauan di Indonesia
Partikel energetik proton mencapai Bumi Selasa (24/1) malam waktu Indonesia. Menurut Clara Yono Yatini, Kepala Pusat Sains Antariksa Lapan, badai Matahari telah memengaruhi komunikasi radio antarstasiun milik Lapan hingga terjadi blackout.
Kondisi geomagnet di Indonesia terpantau di tujuh stasiun Lapan, yaitu di Kototabang, Sumatera Barat; Tanjungsari, Jawa Barat; Pontianak, Kalimantan Barat; Biak, Papua; Manado, Sulawesi Utara; Parepare, Sulawesi Selatan; dan Kupang, Nusa Tenggara Timur. Hasil pantauan tidak menunjukkan gangguan berarti, kata Clara.
Thomas menjelaskan, flare ini merupakan yang pertama kali terpantau sejak Mei 2005. Kelas M yang mendekati kelas X, dampaknya akan kuat bila mengarah ke bumi.
Flare dari teropong di Bumi tampak berupa bintik hitam di permukaan Matahari dan akan meningkat menjadi letupan terang. Sinar-X yang terpancar dari letupan itu terekam pada satelit Geostationary Operational Environmental Satellite.
Flare diikuti lontaran massa dari korona Matahari. Yang menonjol adalah proton yang melesat dengan kecepatan 1.400 kilometer per detik.
Korona terdeteksi oleh wahana pemantau Matahari SOHO pada posisi antara Bumi dan Matahari berjarak 1.500.000 km dari Bumi (4 kali jarak Bumi-Bulan). "Partikel bermuatan dari Matahari itu tampak seperti hujan salju, berarti mengarah ke arah bumi," kata Thomas.
Anomali cuaca Matahari ini akan memengaruhi ionosfer. Lapisan ini digunakan untuk memantulkan gelombang pendek pada komunikasi radio. Komunikasi radio frekuensi HF akan terganggu, termasuk siaran radio luar negeri, seperti BBC, VOA, dan ABC. Navigasi berbasis satelit, seperti GPS, juga dapat terganggu akurasinya.
Badai Matahari berskala menengah tinggi ini berpotensi mengganggu operasional satelit, seperti satelit komunikasi. Bila gangguan tidak dapat diatasi oleh operator satelit, ada kemungkinan akan mengganggu telekomunikasi penggunaan telepon seluler, siaran TV, dan komunikasi data perbankan.
Namun, tidak benar radiasi dari Matahari itu akan berefek langsung bagi tubuh manusia. Juga tidak ada efek radiasi ketika berkomunikasi menggunakan telepon seluler. "Kalau ada berita itu hanya hoax," kata Thomas. Efek paparan proton hanya terjadi di wilayah kutub


=> Dampak Badai Matahari

Badai matahari Maret 2012


Isu aktivitas badai Matahari yang diperkirakan akan meningkat pada pertengahan 2012 hingga 2013 mendatang mengakibatkan banyak kekhawatiran bagai semua kalangan.
Lalu, apakah benar badai Matahari berhubungan dengan suhu Bumi? Jika benar, apakah betul bahwa suhu panas yang mungkin dirasakan sebagian warga Indonesia hari ini akibat badai Matahari?

Mulyono Prabowo, Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengatakan, memang betul aktivitas badai matahari bisa memengaruhi suhu Bumi.

"Peningkatan aktivitas badai Matahari memang bisa mengakibatkan meningkatnya energi yang diterima Bumi. Memang, itu bisa memengaruhi suhu di permukaan Bumi," papar Mulyono saat dihubungi Kompas.com, Senin malam.

Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa efek badai Matahari tidak terjadi secara tiba-tiba, dalam waktu singkat, dan ruang yang terbatas. Efek badai Matahari akan terjadi secara gradual dan panjang.

"Jadi, efek badai Matahari juga tidak satu-dua hari dan tiba-tiba, tidak hanya di ruang terbatas. Peningkatan panas akan terjadi secara gradual (bertahap), bertahan dalam waktu lama, dan menurunnya juga gradual," ungkap Mulyono.

Mulyono mengatakan, sampai hari ini cuaca masih normal, belum menunjukkan adanya anomali akibat badai Matahari. Dalam beberapa bulan ke depan juga diperkirakan masih normal.

Ia menambahkan, walaupun badai matahari bisa meningkatkan curah hujan, tidak bisa dikatakan bahwa badai Matahari menyebabkan banjir. Oleh karena itu kita tidak perlu kawatir berlebihan akan dampak badai matahari tahun 2012

=> Dahsyatnya Badai Matahari
Badai matahari yang menghantam Bumi Kamis kemarin merupakan badai terkuat dalam lima tahun terakhir. Badai ini mempercepat pengiriman partikel bermuatan  panas hingga 600 mil per detik.
Lidah api yang disebut 'X class' merupakan lidah paling kuat membombardir bumi dengan medan magnetik. Kekhawatiran sempat mencuat bahwa badai matahari ini akan mengganggu jaringan listrik,  navigasi satelit, dan rute pesawat. Namun, sejauh ini tidak ada insiden besar yang dilaporkan seperti dikutip dari Dailymail.

Badai matahari merupakan siklus 11 tahunan dan memiliki kekuatan 10 kali lipat dibanding 'angin matahari' biasa. Badai ini diperkirakan berakhir Jumat pagi 9 Maret 2012 dengan beberapa sisa lemparan partikel bermuatan ke arah bumi.
Badai matahari mencapai puncaknya di Amerika Utara dengan penampakan aurora atau Cahaya Utara. "Aurora ini mungkin jadi semacam obat saat kita mendapat 'serangan' dari letusan matahari," tambah Kunches.
Menurut fisikawan surya dari Nasa, Alex Young, badai matahari ini memberi manusia sedikit sentakan. Meski begitu, bumi harus bersiap untuk puncak aktivitas matahari ini, akhir 2013 hingga 2014.

Ada tiga cara bagaimana badai matahari dapat menggangggu teknologi buatan manusia, melalui medan magnetik, radio, emisi radiasi.


Menurut Joe Kunches, ilmuwan dari National Oceanic and Atmospheric Administration, semua perusahaan listrik di dunia sudah diberitahu soal kemungkinan pemadaman daya.

Beberapa maskapai penerbangan memperhatikan betul badai matahari ini. Seperti dikatakan juru bicara Delta Airlines kepada Fox News. "Kami menerbangkan tujuh rute alternatif."

Badai matahari Maret 2012
Sementara American Airlines juga berhati-hati serta memantau betul badai matahari tersebut. Tapi, mereka tidak mengubah rute penerbangan.

Rabu, 07 November 2012

badai sandy

 BADAI SANDY


NEW YORK - Badai Sandy berhasil melumpuhkan New York dan sejumlah kota lainnya di Amerika Serikat. Beberapa pihak berpendapat, badai yang "membunuh" lebih dari 40 orang itu terjadi karena efek dari perubahan iklim.

"Siapapun yang tidak berfikir bila badai Sandy bukanlah efek dari perubahan iklim, sesungguhnya mereka telah menyangkal realita yang ada," kata Gubernur New York Andre Cuomo seperti dikutip dari laman ABC, Rabu (31/10/2012).

Menyikapi pernyataan orang nomor satu di New York itu, sejumlah ilmuwan yang berkecimpung di bidang iklim pun sependapat dengan Coumo ketika ia meruntun rekam jejak peristiwa kekeringan dan banjir hebat beberapa tahun belakangan.

Namun, ketika datang badai tropis, para ahli juga mengatakan tidak dapat memberi jawaban hitam atau putih mengenai isu kompleks dalam meteorologi. Badai tropis sendiri terjadi karena dorongan temperatur di permukaan laut yang meningkatkan temperatur samudra - diketahui sebagai siklon topan dan badan - dapat meningkat dan menjadi tak terkendali.

Meski peningkatan suhu bumi terus terjadi sejak 1970, namun sejauh ini gagal menimbulkan peningkatan siklon tropis, bahkan cenderung stabil. Di Atlantik sendiri, United States National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengatakan badai puncak sering terjadi sejak 1995.

Lembaga itu juga memperingatkan bahwa peneliti saat ini tidak dapat memberikan informasi mengenai efek dari perubahan yang iklim yang terjadi secara alami dan berapa besar dampak pemanasan yang dikarenakan ulah manusia.

Dalam beberapa waktu ke depan, para ahli memberikan prediksi yang samar mengenai apa yang akan terjadi di abad ini, ketika suhu permukaan diperkirakan meningkat 2 sampai 3 derajat celcius.

"Ada sejumlah bukti menunjukan bahwa dengan perubahan iklim kita dapat melihat kecepatan angin yang kuat tetapi jumlah keseluruhan siklon tropis (akan menunjukan) tidak adanya perubahan atau mungkin turun sedikit," ujar kepala perubahan iklim di Britain's Overseas Development Institute.

Sementara itu, Kepala Penelitian Iklim pada Prakiraan Cuaca di layanan Meteo France, Serge Planton menjelaskan mengapa keterkaitan perubahan iklim dengan badai menjadi sulit dipastikan.

"Ini adalah fenomena yang sangat kompleks. Sebuah topan tidak hanya tergantung pada suhu permukaan laut, tetapi juga pada struktur angin di setiap lapisan atmosfer dan tidak merespon secara sederhana terhadap perubahan iklim," kata Serge.

=> Efek Yang Terjadi Akibat Badai Sandy


NEW YORK, (PRLM).- Dari belasan negara bagian di kawasan Pantai Timur,New York merupakan daerah dengan efek badai Sandy terparah. Soalnya di kawasan inilah terdapat pusat-pusat keuangan AS seperti Bursa Saham dan bank-bank ternama dunia. Di sini pula terdapat markas besar PBB yang selama terjadinya badai Sandy, terpaksa ditutup.
Kendati demikian, kondisi gedung-gedung penting tersebut aman. Meski sebelumnya sempat dilaporkan gedung bursa saham NY di Wall Street sempat terendam air setinggi satu meter. Namun, setelah diklarifikasi, berita itu bohong.
Otoritas lembaga cuaca AS mengatakan Sandy dapat bertahan di 12 negara bagian dalam waktu 24-36 jam. Oleh karena itu, efek badai masih dapat dirasakan sampai Selasa pagi waktu setempat.
Sementara itu, salju setebal 91cm diperkirakan akan turun di pegunungan Applachian di Virginia Barat, Virginia dan Kentucky sehingga ini membuat efek badai Sandy semakin ganas.

=> Purnama Dianggap Memperburuk Dampak Badai Sandy


Badai Sandy yang kini melumpuhkan New York dan New Jersey memang cuma dimasukkan sebagai kategori 1, namun dampak yang cukup signifikan. Banjir hingga kini melanda New York, tanggul di New jersey jebol dan masyarakat di beberapa wilayah AS kini hidup tanpa listrik.

Ilmuwan cuaca, iklim dan astronomi berpendapat bahwa salah satu yang menyebabkan badai Sandy tak biasa adalah Purnama yang terjadi Senin (29/10/2012) malam. Purnama dianggap memperburuk dampak badai Sandy.

National Geographic, Senin, memberitakan bahwa saat purnama, Bulan, Bumi dan Matahari berada di satu garis. 'Baik Matahari dan Bulan menarik Bumi," kata  Rick Luettich, direktur Institute of Marine Science, University of North Carolina.


Akibat hal tersebut, terjadi pasang yang berbeda dengan pasang di waktu lain dalam bulan yang sama. Pasang yang terjadi dikenal dengan pasang purnaa. Gelombang akibat pasang ini bisa lebih tinggi dibanding pasang biasanya.

Dalam kasus badai Sandy, pasang yang diakibatkan purnama memperburuk dampak banjir akibat air laut. Pasang purnama dianggap sebagai salah satu yang berkontribusi pada banjir yang terjadi sejak Senin malam.

Meski demikian, tidak dinyatakan seberapa besar efek purnama pada dampak badai Sandy. Di samping itu, dinyatakan pula ada faktor lain yang menyebabkan dampak badai Sandy di AS lebih buruk.

Salah satu faktor itu adalah sistem tekanan rendah yang ada di Kanada. Sistem ini menghalangi badai bergerak terus ke utara. Dilaporkan National Geographic, akibat sistem itu, badai berbelok ke kiri.

Faktor lain ialah arus udara dengan arah gerak yang di luar biasanya. Di Amerika Serikat, biasa dikenal arus udara yang dikenal jet stream yang bergerak dari barat ke timur. Namun, kali ini, jet stream bergerak dari tenggara ke barat laut.

Joe Picca, meteorolog dari National weather Service Forecast Office di New York mengungkapkan bahwa jet stream ini dapat memperkuat badai Sandy. Jet stream akan membentuk ruang vakum di atas badai, membuat udara dalam badai mengisi ruang itu dan akhirnya memperkuat badai.

Informasi terbaru seperti diberitakan Reuters, Selasa (30/10/2012), jumlah korban tewas akibat badai bertambah menjadi 15 orang. Subway di New York masih banjir dan tanggul di New Jersey jebol. Sebanyak 7 juta orang di AS kini hidup tanpa listrik